Selamat datang di blog mungilku. Jangan lupa isi komentar anda atau buku tamu. Selamat mencoba semoga sukses. Terima kasih atas kunjungan anda. Dapur Bundanya GalPus: Panduan Membuat Cookies

Rabu, 30 Maret 2011

Panduan Membuat Cookies

Sepintas membuat kue kering memang terlihat mudah. Tinggal membuat adonan kue kering sesuai dengan resep, mencetak sesuai dengan keinginan kemudian membakarnya. namun ada kalanya kue kering yang kita buat tidak sesuai dengan yang diinginkan, seperti kue kering keras atau sebaliknya terlalu rapuh.
Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kegagalan dalam membuat kue kering. untuk itu ada beberapa tips dan panduan agar hasil jadi kue kering sesuai dengan yang diharapkan.

Beberapa petunjuk di bawah ini patut anda ketahui.
  • Gunakan tepung terigu dengan kadar protein 9% hingga 11% dalam tiap 100 gramnya. Penggunaan tepung dengan kadar protein tepat menjadikan kue kering mempunyai tekstur yang renyah. Sebelum digunakan pastikan bahwa kondisi tepung dalam keadaan kering (tidak lembab). Tepung yang lembab mengakibatkan hasil jadi kue kering menjadi basah. Untuk itu, simpanlah tepung dalam tempat yang kering dengan ventilasi udara yang cukup.
  • Jika pada resep kue kering terdapat beberapa macam tepung seperti tepung terigu, tepung maizena dan bahan pengembang, ayaklah semua bahan tersebut menjadi satu. Ini dimaksudkan agar campuran tepung tersebut menjadi rata.
  • Untuk cookies yang dibuat dengan teknik creaming gunakan gula halus, agar tekstur kue kering lembut.
  • Sebelum digunakan, panaskan oven terlebih dahulu agar kue kering mengembang dengan sempurna.
  • Gunakan telur yang menggunakan suhu kamar. Telur yang baru keluar dari lemari pendingin sebelum digunakan terlebih dahulu distabilkan suhunya.
Selain petunjuk yang telah dipaparkan di atas, ada beberapa aspek penting yang patut diketahui sebagai petunjuk kita dalam membuat kue kering (cookies).

1. Teknik Mengocok Adonan
Secara garis besar, teknik pengocokan adonan kue kering dibagi menjadi 4 macam yaitu:

Creaming
Teknik mengocok inilah paling sering dilakukan orang dalam membuat kue kering. Pada teknik ini yang   dilakukan pertama kali adalah mengocok lemak dengan gula hingga mengembang, tambahkan telur, kemudian baru ditambah dengan tepung dan bahan tambahan lainnya. Jenis kue yang dibuat dengan teknik ini biasanya berupa kukis cetak dan kukis drop.

Whisking
Untuk membuat adonan kue kering dengan teknik ini bahan yang dikocok pertama kali adalah telur dan gula hingga kaku. Setelah itu baru menambahkan lemak dan tepung. Adonan yang dihasilkan dengan teknik ini mempunyai struktur yang lembek. Untuk itu sebelum dicetak, adonan terlebih dahulu disimpan dalam lemari pendingin hingga sedikit padat. Setelah itu baru dapat dicetak.

Rubbing
Adonan dibuat dengan mengaduk adonan dengan menggunakan bantuan pisau/sendok, atau dapat diaduk menggunakan ujung jari tangan. Bahan yang diaduk pertama kali adalah lemak dengan tepung. Setelah tercampur rata baru ditambah gula dan bahan tambahan lainnya. Teknik mengaduk adonan seperti ini sering dilakukan ketika membuat adonan kulit pie dan beberapa jenis kue kering simpel lainnya.

Melting 
Jika kue kering menggunakan teknik ini, maka yang pertama kali dilakukan adalah mencairkan lemak terlebih dahulu. Lemak yang telah mencair ini kemudian dimasukkan terakhir setelah adonan lainnya tercampur rata.

2. Teknik Pencampuran
Masukkan bahan utama dan bahan isi kue kering secara bertahap, sedikit demi sedikit sambil diaduk secara perlahan hingga tercampur rata. Adonan kue kering yang baik akan mempunyai tekstur yang rata  (tidak berbutir-butir) dan tidak keras.

3. Teknik Mengaduk Adonan
  • Untuk mencampur tepung terigu ke dalam adonan mentega dapat menggunakan sendok kayu atau spatula plastik. Masukkan tepung sedikit demi sedikit, aduk hingga tercampur rata. Aduklah dengan perlahan-lahan.
  • jangan terlalu lama mengaduk adonan karena akan mengakibatkan adonan menjadi keras.
4. Teknik Membakar
Pada saat membakar kue kering suhu oven harus cukup panas dan merata. Anda dapat menyusun tiga loyang dalam satu oven, dengan catatan mempertimbangkan jaraknya. Sehingga panas oven dapat merata ke tiap loyang. jangan lupa untuk memanaskan oven terlebih dahulu sebelum dipergunakan.
Suhu oven tidak boleh terlalu panas karena ini akan menyebabkan kue gosong pada bagian luar sementara bagian dalamnya belum matang. Pastikan pada saat membakar, loyang sesekali diputar agar proses kematangan merata.


5. Menyimpan Kue Kering
Tentunya anda ingin agar kue kering yang dibuat dapat bertahan lama. Untuk itu ada beberapa catatan penting yang harus diketahui untuk memperpanjang daya tahan kue.
Pastikan kue kering yang akan disimpan dalam toples sudah dalam keadaan dingin. Untuk mendinginkan kue lakukan secara alami. Jangan menggunakan kipas angin atau lemari pendingin untuk mendinginkan kue.
Simpanlah kue kering pada toples yang bersih dan kedap udara.
Susunlah kue kering mengikuti jenis dan rasa masing-masing kue.
Tata kue dalam toples dengan rapi, pastikan tidak ada celah yang renggang. Adanya ruang kosong dalam toples selain tampak tidak rapi juga dapat merusak bentuk kue.
Simpanlah toples yang telah berisi kue kering pada suhu kamar. suhu yang terlalu tinggi akan menimbulkan panas dalam toples, inilah yang kadang toples kue kering berembun.
Secara teknis membuat kue kering tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya dibutuhkan ketelitian dan kesabaran yang cukup tinggi agar kue yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk pemula, disarankan untuk menguji resep secara bertahap. Usahakan jangan langsung menguji resep dalam jumlah yang besar.
Hasil jadi kue kering yang baik harus mencakup segala aspek yaitu rasa, aroma dan penampilan. Ada kalanya penampilan menjadi daya tarik sendiri agar orang tergiur untuk mencicipi kue. Untuk itu buatlah kue kering dengan penampilan yang menarik yang ditunjang dengan rasa yang enak.
Setelah mengetahu tips dan panduan membuat kue kering yang telah dipaparkan di atas, tentu pembaca tak ragu lagi untuk mempraktikkan resep kue kering.

Sumber : Buku Aneka Cookies dan Cake Untuk Idul Fitri